http://indojayawalet.com/

Rantai Kebajikan - so beautiful‏

>> Rantai Kebaikan
>> Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut
>> usia sedang
>> berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak
>> gelap, pria itu
>> dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan
>> pertolongan. Maka pria
>> itu
>> menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan
>> keluar
>> menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria
>> itu mendekati
>> sang nyonya.
>>
>> Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan.
>> Tak ada seorangpun
>> berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria
>> ini akan
>> melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan
>> miskin dan kelaparan.
>>
>> Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan,
>> sementara berdiri di
>> Sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita
>> itu. Ketakutan itu
>> membuat sang nyonya tambah kedinginan.
>>
>> Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda,
>> Nyonya. Masuk ke dalam
>> mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama
>> saya Bryan
>> Anderson."
>>
>> Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi
>> wanita lanjut
>> seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke
>> bawah bagian
>> sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama
>> mendongkrak itu beberapa kali
>> jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban
>> itu. Namun
>> akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
>>
>> Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita
>> itu menurunkan kaca
>> mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan
>> kepada pria itu
>> bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di
>> jalan ini. Ia
>> sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
>>
>> Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita
>> itu. Sang nyonya
>> menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan
>> terima kasihnya.
>> Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya
>> itu. Ia sudah
>> membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi
>> seandainya pria itu
>> tak menolongnya.
>>
>> Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia
>> menolong orang lain
>> tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan,
>> dan Tuhan
>> mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada
>> waktu yang lalu.
>> Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah
>> ia berbuat hal
>> sebaliknya.
>>
>> Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia
>> ingin membalas
>> kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat
>> seseorang yang
>> memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang
>> dibutuhkan kepada orang
>> itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada
>> saya."
>>
>> Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan
>> berlalu. Hari itu
>> dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa
>> nyaman ketika ia
>> pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.
>>
>> Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat
>> sebuah kafe kecil. Ia
>> turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil,
>> dan menghangatkan
>> badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak
>> kotor. Di luar kafe
>> itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di
>> sekitar tempat itu
>> sangat asing baginya.
>>
>> Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk
>> bersih untuk
>> mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu
>> tersenyum manis meskipun
>> ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang
>> hari. Sang nyonya
>> melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir
>> delapan bulan, namun
>> pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi
>> sikap pelayanannya
>> kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran
>> bagaimana pelayan
>> yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu
>> pelayanan yang baik
>> kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu
>> ingat kepada
>> Bryan.
>>
>> Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar
>> dengan uang kertas
>> $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi
>> uang kembalian
>> kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali
>> wanita itu sudah
>> pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
>> Kemudian ia melihat
>> sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
>>
>> Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang
>> ditulis wanita itu:
>> "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga
>> pernah ditolong orang.
>> Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama
>> seperti yang saya
>> lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah
>> yang harus engkau
>> lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti
>> padamu.'"
>>
>> Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100
>> lagi.
>>
>> Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples
>> gula yang harus
>> diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan
>> itu memutuskan
>> untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia
>> pulang ke rumah dan
>> setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan
>> tentang uang itu
>> dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana
>> wanita baik hati itu tahu
>> tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan?
>> Dengan ke lahiran
>> bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang
>> cukup.
>>
>> Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan
>> ketika suaminya
>> sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan
>> ciuman lembut
>> dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres.
>> Aku mengasihimu, Bryan
>> Anderson!"
>>
>> Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau
>> diberi." Hari ini saya
>> mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda
>> meneruskannya.
>> Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus ki sah
>> ini, jangan biarkan
>> saja!
>> Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman baik itu seperti
>> bintang-bintang di
>> langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu
>> mereka selalu
>> ada. Tuhan memberkati anda! (Kisah ini diterjemahkan oleh
>> Hadi Kristadi
>> untuk
>> http://pentas-kesaksian.blogspot.com
>> . Mohon anda jangan hapus keterangan anda ketika anda
>> memforwardnya atau
>> mempostingnya di website/blog anda. Terima kasih.

Tidak ada komentar: