http://indojayawalet.com/

sekeluarga hanyut terbawa ombak di pangandaran

CIAMIS,TRIBUN - Gelombang besar setinggi sekitar tiga meter yang menghantam pantai barat Pangandaran, Selasa (7/10) pukul 05.30, menggulung rombongan keluarga asal Desa Sukarasa RT 02 RW 01, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.

Rombongan saat itu sedang bersenda gurau dan bermain air di kawasan laut depan Hotel Pondok Seni. Chaerul Najjah (8) raib terseret ombak sementara kakaknya, Fahmi Sihab bin Gojali Hasan (11), bisa diselamatkan oleh anggota keluarga lainnya.

"Gelombang laut tadi pagi cukup besar, tingginya sekitar tiga meter. Gelombang laut tersebut sempat menyeret rombongan keluarga asal Tasikmalaya yang sedang berenang di depan Hotel Pondok Seni," ujar petugas Satpol Air/Airud Pangandaran Aiptu Surahji kepada Tribun, kemarin sore.

Menyusul musibah kecelakaan laut ini, petugas SAR gabungan dari Balawista, Satpol Air/Airud, TNI AL, nelayan, dan keluarga korban menyisir pantai dan perairan. Penjaga pantai (lifeguard) menyisir perairan menggunakan rubber boat dan jetsky.

Uniknya, saat operasi pencarian Najjah tim SAR sekitar pukul 08.00 pagi malah menemukan jasad Agus Nurwanto (19), yang terapung di perairan pantai barat Pangandaran, sekitar 200 meter dari bibir pantai depan Hotel Malabar.

Jasad wisatawan asal Desa Lapangsari RT 02 RW 13, Kecamatan Kadipaten, Majalengka, itu saat ditemukan masih utuh, belum menyebarkan bau busuk dan masih memakai pakaian. Pagi itu juga jenazah Agus dievakuasi oleh Balawista dan petugas Satpol Airud ke Puskesmas Pangandaran.

Oleh pihak keluarga, siangnya jenazah dibawa ke Majalengka. Jenazah Agus ditemukan setelah terkatung katung di laut selama tiga hari. Agus Nurwanto terseret ombak besar saat berenang bersama rekan rekannya dari Cimahi, Minggu (5/10) pukul 05.30 di pantai depan Hotel Sandaan.

Saat kejadian, Agus bersama lima rekannya asal Cimahi, yakni Andri Setiawan (21), warga Jalan Cisokang RT 03 RW 10 Kota Cimahi, berikut Edi Kuherlambang (20), Gunggun Gunawan (21), Taofik (22), dan Eka Pratama (22), beralamat sama.

Kelima rekannya berhasil selamat, tapi Agus raib ditelan gelombang. Andri dan Edi Kuherlambang, yang juga sempat terseret gelombang berhasil diselamatkan Suyono, nakhoda perahu pesiar yang sedang membawa wisatawan ke Pantai Pasir Putih.

Wisatawan asal Cimahi ini berhasil diselamatkan setelah Suyono melemparkan pelampung dan kemudian menaikkan korban ke perahu pesiar. Menjelang sore, sekitar pukul 15.00, penjaga pantai Pangandaran kembali menemukan mayat terapung bernama Miftahudin bin Halim (13).

Wisatawan asal Desa Jayamukti RT 05/RW 04, Kertahayu, Kabupaten Tasikmalaya, tersebut ditemukan mengambang di perairan sekitar 100 meter dari bibir pantai barat depan Villa Kuda. Kondisi jasadnya sudah mengenaskan, badannya penuh luka diduga akibat terbentur karang ketika terseret gelombang ke tengah laut.

Jasad Miftahudin ketika dievakuasi ke pantai sudah menyebarkan bau busuk dan badannya mengembung. Miftahudin terseret ombak saat berenang bersama tiga anggota keluarganya di pantai barat depan Hotel Hawai, Sabtu (4/1) pagi pukul 06.30.

Dua orang berhasil diselamatkan sementara Miftahudin raib ditelan arus balik. Menurut Aiptu Surahji, jenazah Miftahudin dibawa ke Puskesmas Pangandaran dan sekitar pukul 16.30 oleh petugas Puskemas Pangandaran dengan menggunakan ambulans dibawa ke rumah duka di Tasikmalaya.

Sementara itu, suami-istri Ronald (27) dan Neni Anggraini (21) asal Padalarang, yang raib dari Hotel Sun Rise tempat mereka menginap Rabu (1/1) sore lalu, sampai Selasa (7/10) menurut Aiptu Surahji belum diketahui nasibnya

Tidak ada komentar: